Membekukan Gerakan dalam High Speed Photography

Category : Fotografi
Membekukan Gerakan dalam High Speed Photographyby Adminon.Membekukan Gerakan dalam High Speed PhotographyFotografi dari segi speed, dibagi menjadi 2 kategori yaitu High Speed Photography dan Slow Speed Photography. Keduanya punya keasykan tersendiri. Slow speed bisa menghasilkan gerakan yang cepat menjadi sangat lambat, sehingga air terjun bisa ditangkap kamera menjadi lembut seperti seperti kapas. Sementara, high speed photography, menangkap momen yang bergerak cepat, bahkan sangat cepat, dibekukan dengan […]

Fotografi dari segi speed, dibagi menjadi 2 kategori yaitu High Speed Photography dan Slow Speed Photography. Keduanya punya keasykan tersendiri. Slow speed bisa menghasilkan gerakan yang cepat menjadi sangat lambat, sehingga air terjun bisa ditangkap kamera menjadi lembut seperti seperti kapas. Sementara, high speed photography, menangkap momen yang bergerak cepat, bahkan sangat cepat, dibekukan dengan kamera tanpa ada blur. Ada yang extreme high speed seperti peluru yang menembus balon diisi air bisa tertangkap dalam satu frame foto.

Kali ini, saya hanya akan membahas high speed photography, bukan yang extreme high speed.

Setidaknya ada 5 tips yang bisa diterapkan dalam high speed photography:

1) Cara setting focus

Untuk Nikon, pilih mode AFC (auto focus continous), sementara untuk Canon pilih AI Servo. Type focus jenis ini mendeteksi focus pada objek yang bergerak. Setelah setting AFC/AI Servo, tekan shutter setengah, pilih objek yang akan difocuskan, dan saat objek tersebut bergerak, maka akan tetap focus di objek tersebut.

2) Burst Mode

Rubah burst mode dari single shot ke continous hight speed. Sehingga, sekali tekan shutter, maka akan diperoleh beberapa frame/gambar.

3) Pilihan lensa

Sebenarnya hampir semua lensa bisa untuk fotografi jenis ini, namun kalau favourit saya adalah 70-200 f2,8 karena focal lengt cukup panjang dan bukaan aperture bisa lebar, sehingga bisa memisahkan antara objek dengan background secara sempurna. Objek terlihat menojol dalam satu frame.

4) Shutter speed dan F number

Untuk action sport sebaiknya setting shutter speed di atas 1/500 dan f number di angka f/3.2 (ini tips dari om Dody Kusuma). ISO jaga di 100 atau 200.
Namun, untuk objek yang bergerak sangat cepat seperti burung terbang, minimal 1/1500 detik.

5) RAW atau JPEG?

Karena kegiatan action ini kita pilih burst mode continous high speed, maka akan banyak sekali gambar yang kita hasilkan. Jika anda membawa memory card yang terbatas, maka akan cepat habis. maka saya sarankan pilih JPEG FINE sudah cukup. Alasan lain untuk tidak menggunakan RAW, dikhawatirkan proses write ke memory menjadi terhambat.

Author: 

Related Posts

Leave a Reply